Uncategorized

Dimana saya menjadi diri sendiri?

Cerita pengantar biar tambah banyak

             Jadi sebenarnya saya ingin memulai kebiasaan menulis di awal 2017, agar cerita dalam hidup saya mulai di tahun yang baru berganti *hazek, tapi karena saya itu “PENGACARA”, pengangguran banyak acara, sehingga banyak alasan sampai pertengahan januari saya belom memulainya. Dan akhirnya memutuskan untuk mulai menulis setelah UAS, eh tapi tiba-tiba grup Voluntrip3 mulai ramai membicarakan tentang menulis dsb, saya belum terlalu tertarik karena saat mulai hari pertama bercerita saya UAS Akuntansi keuangan lanjutan yang membuat saya ingin “Showeran” ketika mendapati kertas kerja yang gak balance.

          Namun saat saya membaca chat teman saya M.Fikri Anshori seorang sejarawan muda, membuat saya termenung, chatnya yaitu  “Bayangkan kalau kita (manusia) tidak menulis, cerita-cerita hebat, penuh inspirasi, konyol, lucu, sedih, dan penuh amarah kita akan lenyap dan lesap bersama hembusan angin”.tak bisa dipungkiri saya mengalaminya, saya merasa momen berharga saya lenyap sedikit demi sedikit, meskipun kita di anugrahi ingatan yang sangat baik, tapi tetap saja pasti sedikit demi sedikit akan pudar dan kita akan melupakannya ditambah saya orangnya pelupa. Itu pengantarnya yeay.

Day 3

Sudah berjalan hari ke 3, saya memutuskan untuk skip hari ke 2 karena temanya membuat saya mengingat masa lalu hehe. Tapi nanti saya akan bayar hutangnya karena kondisi saya tidak memungkinkan untuk mengingat masa lalu sekarang, karna ada masa depan yaitu UAS yang menghantui saya 2 minggu ini heheh.

Jadi diri sendiri??? Iya, dimana? Sebagian orang akan menjawab keluarga, karena memang, keluarga menyayangi kita apa adanya, tapi bagaimana di luar? Kadang ada rasa takut dalam diri saya untuk menunjukan diri saya yang sesungguhnya, selalu muncul pertanyaan. Apakah mereka akan menerima saya? Apa saya bisa jadi teman mereka? dan seterusnya,  lalu kapan saya jadi diri sendiri?, saya biasanya melihat situasi dan kondisi apakah lingkungan itu bisa menerima saya, ketika kondisi itu nyaman dan berisi orang-orang punya fikiran yang terbuka, sifat asli saya akan keluar, namun jika sebaliknya saya akan menahan diri dan menyesuaikan dengan orang orang di sekitar saya.

Jadi dimanakah tempat saya menjadi diri sendiri? Kata “tempat” berupa lokasi spesifik dimana itu menurut saya tidak ada, saya menjadi diri sendiri ketika orang-orang disekitar saya menerima saya, mengerti apa yang saya rasakan dan mau memberikan feedback terhadap diri saya, saya tidak kenal kata “jaim” disaat hari pertama, jika lingkungan saya menerima saya, disaat itu sifat asli saya akan keluar dan saya menjadi diri sendiri.

Nyambung ga ceita ini sama temanya???

Postingan pertama saya dengan tampilan blog seadanya, nanti ajarin cara ngebagusinnya ya hehe

Advertisements