Social Experience

Baso Istigfar dan Kepolosan

13 April 2017

Hari ini merupakan hari terakhir ku melaksanan UTS di semester 6, ya suka dan duka menyelimuti kami, senang, ya kami senang, karena ini merupakan ujian ke 11 kami di STAN yang insyallah akan jadi UTS terakhir menimba ilmu di STAN. Sedih, ya pasti kalian tahu sebabnya, dilema karena merasa tidak bisa beberapa soal dalam UTS *sudah biasa.

Setelah ujian selesai  mahasiswa berhamburan kesana kemari, ada yang langsung hangout, siap-siap pulkam dan lain-lain, untuk merayakan kegembiraan mereka setelah melalui ujian ini. aku pun juga demikian, tapi karena ada urusan aku tidak bisa ikut teman-teman ku yang punya rencana main, aku harus pergi ke suatu tempat. padahal aku ingin sekali ikut main dengen mereka. singkat cerita karena pulang dengan lelah setelah melewati kemacetan jakarta aku ingin sekali ngebasoooo, kuah cuka + pedasnya sambal membuatku senang hanya membayangkannya saja. tapi makan baso sendirian bagai makan sayur tanpa garam haha, tidak ada teman ngobrolnya berasa kurang nikmat. akhirnya aku mengajak teman ku yang bernama Diah Zahi atau orang-orang akrab memanggilnya Zahi tapi ibuk kostnya memanggilnya Diah (FYI aja). Zahi orangnya eassy going sehingga enak untuk diajak main, padahal hari ini pertama kali aku bisa jalan bareng Zahi karena ia sibuk dengan bisnisnya dan organisasinya.

Berawal dari percakapan kami via line yang belum menemukan objek KTTA, membuat kami lapar, bukan kami sih tapi saya, karena Zahi kebetulan sudah makan, tapi karena dia tidak seperti perempuan pada umumnya yang takut gemuk jika makan lebih dari 3 kali, akhirnya dia menerima ajakan ku untuk makan bakso. sebenernya ada ajakan lain ada saat bersamaan, temen-temen kelas ku ingin pergi keluar juga sekedar kumpul-kumpul, tapi setelah mendenger mereka ingin ke senayan dan ingin makan sate taichan membuatku mengurungkan niat, pertama karena aku sudah pernah makan sate taichan dan rasanya mengecewakan, kedua perjalanan yang jauh membuat ku malas duluan karena aku baru saja pulang dari mampang. balik lagi ke bakso…. sebenernya kami sudah memutuskan untuk makan bakso biasa di dekat komplek agar Zahi bisa ikut rombongan anak kelas yang ingin jalan, tapi tiba-tiba Zahi memutuskan untuk tidak ikut kesana karena lebih tergoda bakso, padahal dia dandan kalo anak gaul bilang dandanannya udah #SenayanBanget tapi malah ke depan komplek, haha tapi untungnya Zahi bukan tipe orang yang mudah marah dan kesal, dia orangnya senantiasa #BergerakMenginspirasi (tagline BEM PKN STAN *fyi).

Pencarian Bakso dimulai, aku sedikit merasa bersalah ke Zahi karena tidak membawanya ke senayan, maka dari itu aku ingin memberikan kebahagiaan lain untuk Zahi (lebay) dengan memberikan pengalaman baru untuknya. tiba-tiba aku ingat pernah melihat di jalan ke arah Pondok Betung tulisannya bakso istigfar, dari namanya saja  sangat menjual dan membuat ku penasaran, akhirnya kami kesana, terlihat sebuah bakso sebesar kepala manusia yang mebuatku takjub, sebelum memesan aku tanya harganya “berapa pak?”  tanya ku kepada kang baso dan beliau menjawab “20 ribu dek” mendenger harga segitu dengan ukuran yang besar membuat aku dan Zahi tersenyum sumringah hahaha dan langsung memesan 1 porsi, menunggu sekitar 5 menit bakso ukuran super jumbo pun tiba membuat mata kami terbelalak, bagaimana cara kami menghabiskannya.

baksobakso 2

setelah datang baksonya kami menjadi pusat perhatian di tukang bakso karena pengunjung tidak ada yang berani memesan bakso tersebut karena ukurannya terlalu besar, tapi kami berdua cuek saja melihat yang lain memperhatikan kita.

suasana malam pun terus berjalan aku dan Zahi menikmati besar nya bakso, baksonya enak meskipun ukurannya besar, tidak mengurangi cita rasanya, rasa gurih di tiap potongnya membuat ku ingin mengunyah bakso itu, saat dibelah baksonya juga berisi baso kecil-kecil seakan dia meiliki beranak, unyu pokoknya. pengamen yang datang silih berganti mewarnai makan malam kami. setelah 20 menit aku mulai begah dan Zahi mulai begah. aku juga semakin tidak nyaman karena kabarnya kami ditunggu untuk ikut main bersama teman-teman kelas yang ke senayan, begah tergambar di wjah kami dan hal  yang tidak biasa terjadi, mbak kasir menawarkan ku “mas ingin dibungkus?” hal yang jarang terjadi jika seorang pegawai menawarkan membungkus makanan terlebih dahulu, tapi itu ku sambut positif karena sepertinya mbaknya sudah melihat aku dan Zahi tidak sanggup memakannya, akhirnya aku menyuruh Zahi meminta dibungkuskan ke pegawai bakso, selagi menunggu membungkus aku mengantri dikasir untuk membayar, setelah giliran ku “mbak berapa?” tanya ku, “128 ribu mas” mendenger itu aku langsung kaget, tapi aku berusha mengendalikan ekspresi ku depan kasir dan depan Zahi, beruntung aku bawa uang lebih, tadinya aku hanya berencana bawa 20 ribu tapi entah kenapa ada perasaan lain seningga aku bawa uang lebih, ternyata ini jawabannya ahahahaha, Zahi menatapku dengan penuh heran karena aku pinjam uang nya 30 ribu, karena kebetulan aku cuma bawa 100 ribu, setelah membayar hanya tergambar senyum aneh di wajah kami berdua, persaaan kami campur aduk dan merasa kami teralu polos, mengapa aku bilang polos?? ya karena kami tidak berfikir panjang mana ada bakso sebesar itu harganya 20 ribu, sedangkan untuk satu porsi bakso biasa saja sekarang dihargai 10 s.d 15 ribu apakah itu termasuk polos ya? apa tidak berfikir panjang? entahlah. ternyata kami sepertinya salah denger mas baksonya bilang “120 ribu” tapi kami hanya denger 20 ribunya saja. dan kami meninggalkan tempat makan kami dengan persaan haru dan berfikir betapa polosnya kami haha. aku meminta maaf berulang kali ke Zahi karena aku sudah mengacaukan harinya dan menguras dompetnya (maaf Zahi), tapi ia selalu bilang ga apa-apa dan bilang selow, aku harap hatinya demikian.

tips dan trik membeli bakso

  1. carilah tukang bakso terdekat
  2. liat tempatnya ramai atau tidak, ramai berarti bakso itu sudah diketahui maksyarakat banyak dan tergolong enak
  3. berfikirlah dengan logika jangan terbutakan oleh harga murah
  4. tanyakan sebelum anda mencoba hal baru agar kalian tidak kecewa dan ekpektasi kalian tidak terpenuhi
  5. bawalah uang lebih kemanapun kalian pergi

Ending……

setelah mengantar zahi pulang aku segera menuju kost, setelah pulang terlihat anak anak kosan berwajah lesu dan merka bilang belum makan dari siang, cacing diperut sudah bergoyang dan menari layaknya alang-alang diterpa angin badai. kebetulannnn aku membawa pulang bakso itu, dan alhamdullilah 5 orang makan dengan lahap dan terselamatkan perutnya berkat bakso itu, itung-itung aku mentraktir mereka karena selama ini aku selalu yang menjadi subjek yang diteraktir bukan yang meneraktir, tapi aku senang hari ini karena baksonya menurut ku enak dan jadi bisa main bareng zahi karena aku sebelumnya chat zahi cuma tanya pelajaran wkwkwk *maaf zahi, ya selalu ada hikmah dibalik setiap cerita……. happy #wisuda2017

bonus foto zahibakso 3

Advertisements