Social Experience

Voluntrip Round 5, Untuk Alumni Bukan Mantan

Assalamualaikum Wr.Wb
Halo semuanya masih ingatkah dengan salah satu aksi Dompet Dhuafa Volunter yaitu voluntrip? Yaitu acara yang memadukan jalan-jalan sambil berbagi. Tidak terasa acara ini sudah berjalan hingga keempat kalinya. terakhir adalah voluntrip round 4 yang dilaksanakan pada bulan April 2017 lalu, kali ini voluntrip hadir kembali dengan ronde ke 5.
Voluntrip kali ini berbeda dari ronde sebelumnya, biasanya relawan voluntip berasal dari kalangan umum, tetapi kali ini pesertanya berasal dari anggota relawan voluntrip-voluntrip sebelumnya. Oleh karena itu, tema voluntrip round 5 kali ini adalah special reunion. Alhamdullilah, kebetulan tidak ada kesibukan pada tanggal 10-12 november sehingga bisa mengikuti acara tersebut. Berikut ini adalah ulasannya.
10 November 2017
Voluntrip round 5 ini dilaksanakan di Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Meeting point di stasiun bogor dan kita berangkat menuju lokasi menggunakan angkot yang sudah disewa oleh panitia. Kami menggunakan baju voluntip kita masing-masing saat kami jadi peserta sehingga terlihat keberagaman diantara kita.

Voluntrip
Sebelum Keberangkatan

Lokasi voluntrip kali ini cukup dekat jika dibandingkan dengan voluntrip-voluntrip sebelumnya, perjalanan sekitar 1 jam dari stasiun bogor sehingga memudahkan peserta yang menyusul. Hal ini memberikan kesenangan tersendiri bagi kami, karena waktu yang tidak terbuang di perjalanan sehingga bisa menghabiskan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. kami tiba di lokasi sebelum maghrib, setelah tiba di lokasi kami briefing untuk serangkaian acara besok dan saling berkenalan satu sama lain. Setelah selesai berkenalan dan briefing, kami menuju rumah inap masing-masing untuk beristirahat.

Voluntrip
Briefing Acara Besok

11 November 2017
Kelas Inspirasi
Matahari telah terbit, udara sejuk mulai terasa, kami mengawali hari dengan senam pagi dilanjutkan dengan sarapan. Setelah itu kami langsung menuju SD Negeri Gegerbitung, lokasi SD terletak di kaki gunung salak, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk menuju lokasi.

Sekadar info instalasi air di SDN Gegerbitung sudah lama rusak, meskipun sudah tersedia kamar mandi dan jamban tetapi tidak ada air yang mengalir. Adik-adik yang ingin buang air pun terpaksa harus turun ke mushola sekitar, ke ladang warga ataupun pulang kerumah masing-masing yang jaraknya lumayan jauh, terkadang mereka tidak balik lagi karena kelelahan untuk naik ke sekolah yang ada di atas bukit. Alhamdulillah kami dari Dompet Dhuafa Volunteer memberikan donasi berupa instalasi air, paket alat tulis dan sikat gigi bagi adik-adik disana.


Sesampainya di SD kami disambut hangat oleh adik-adik dan guru disana, dibuka dengan upacara kemudian diakhiri oleh penyerahan donasi secara simbolis, setelah itu acara diawali dengan penyuluhan kesehatan. Adik-adik diajarkan caranya menggosok gigi dan mencuci tangan dengan benar yang disampaikan langsung oleh pakarnya yaitu dr Icha. Selain itu, karena akhir-akhir ini banyak kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak, kami kakak-kakak relawan menari untuk memberikan edukasi mengenai sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh.

Setelah memberikan edukasi mengenai sentuhan, kami bersiap siap untuk sesi kelas inspirasi, dikelas saya, kak Ima dan dibantu oleh kak Aswadi bermain sambil belajar di kelas, berbekal imu yang saya dapatkan saat Jambore Sahabat anak yang bisa dibacadi sini saya menanamkan nilai tolong, maaf dan terima kasih kepada adik-adik, selain itu kami memberikan edukasi mengenai pancasila, pahlawan masa kini dan penyuluhan pentingnya menjaga kebersihan.

Setelah semua edukasi dan games kami berikan kepada adik-adik acara diakhiri dengan membuat prakarya dream on hand yaitu dengan membuat ceplakan tangan dan menulis cita-cita serta harapan mereka pada prakarya tersebut.

Voluntrip
Dream On Hand

Akhirnya kami tiba pada penghujung acara kelas inspirasi, kami kakak relawan mempersiapkan untuk memberikan snack, donasi alat tulis dan tas kepada adik-adik. Terima kasih kepada donatur yang telah berbagi rezekinya bagi siswa-siswi SDN Gegerbitung, adik-adik sangat senang mnerima donasi baik berupa alat tulis dan instalasi air. Kegiatan di sekolah selesai sebelum zuhur dan kami akhiri dengan foto bersama.

Voluntrip
Bagi-bagi donasi

Aksi Layanan Sehat (ALS) dan Permainan Tradisonal
Setelah selesai acara di sekolah kami bergegas turun menuju tempat kumpul, kami bergegas untuk sholat, makan dan briefing untuk dua acara yang berjalan secara pararel yaitu aksi layanan tradisional dan mengajak adik-adik kampung sekitar untuk bermain permainan tradisional. Kebetulan saya dipilih panitia untuk menjadi pemandu pasien dalam ALS. ALS berjalan dari pukul 13.30-16.00 dan kurang lebih ada sekitar 100 warga yang hadir. saya senang menjadi pemandu pasien, karena memang saya sangat suka memberikan pelayanan dan bersikap ramah kepada orang lain, tugas yang saya lakukan adalah memberikan pengarahan kepada pasien dan menolong pasien ketika ada kesulitan, selain itu saya juga harus mengkondisikan agar tempat aksi layanan kesehatan tetap berjalan sesuai alur berikut ini adalah fotonya.


Karena saya ikut ALS saya tidak melihat berbagai keseruan kakak-kakak yang bermain permainan tradisional dengan adik-adik, berikut ini adalah fotonya.


Pentas seni
Matahari mulai tenggelam, kami pulang menuju rumah inap masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Acara selanjutnya adalah pentas seni, kakak-kakak dan adik-adik menampilkan kreativitas yang telah disiapkan sebelumnya dan di tampilkan dihadapan kami semua, di sela-sela acara berlangsung doorpize dibagikan agar suasana menjadi lebih hidup berikut ini adalah fotonya.


Setelah selesai kami mengakhiri hari dengan mengucap syukur karena serangkaian acara telah berjalan dengan lancar, kami saling bertukar kado satu samalain

12 November 2017
Matahari terbit memancarkan sinarnya, sama seperti kemarin kami mengawali hari dengan senam kemudian dilanjut dengan sarapan. Taukah kamu? Wadah ikan cue atau ikan asin saat orang tua kalian membeli ikan di pasar yang terbuat dari bambu dan berbentuk anyaman? Wadah tersebut ternyata salah satunya diproduksi di desa ini, selain bertani dan berkebun warga membuat wadah ikan untuk menambah penghasilan, wadah ini dihargai sekitar Rp 11.000 hingga Rp 15.000 per 100 wadah, jadi kira-kira wadah ini hanya dihargai sekitar Rp. 100an. Harga yang murah tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan untuk membuatnya, kami diberi kesempatan untuk mencoba membuatnya.

Voluntrip
Hasil Menganyam Wadah Ikan Cue

Setelah selesai, kami bergegas kembali kerumah inap, berpamitan dan memberikan donasi berupa sembako kepada rumah inap yang kami singgahi, setelah itu menuju curug tempat kita ngetrip. Sepanjang jalan menuju curug  Putri Pelangi kami bermain games yang telah dipersiapkan oleh panitia, setelah sampai lokasi kami puas membully satu-sama lain, dan kegiatan hari ini kami akhiri dengan mengucap hamdalah dan berfoto.


Epilog

Menghitung hari menuju masuk kerja, aku menikmati hari dengan penuh suka cita. sepertinya setelah bekerja nanti, hanya kegiatan seperti ini yang membuat saya melupakan rutinitas sejenak.

Voluntrip
Indahnya Ciptaannya

 

 

 

Advertisements
Social Experience

Sharing and Fun Educating, Ayo Bahagia !

arsa
sebelum keberangkatan

Halo teman-teman semua apa kabar? Sehat semua kah? Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan melimpahkan rahmatnya kepada kita, hari ini saya mau berbagi pengalaman saya ikut acara Sharing and Fun Educating atau bisa disingkat SAF, acara ini diselenggarakan oleh komunitas Arsa. Yuk kita mulai share aja.

komunitas arsa
logo arsa

Komunitas Arsa merupakan, komunitas dibawah naungan CT ARSA Foundation yang dimiliki oleh Chairul Tanjung. CT singkatan dari nama beliau dan Arsa diambil dari bahasa sangsekerta yang artinya bahagia, dengan tagline berbagi kebahagiaan, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh komunitas Arsa menitikberatkan  kebahagiaan kepada penerima manfaat dan relawan. Kegiatan yang saya ikuti adalah SAF. SAF merupakan kegiatan kerelawanan dibidang pendidikan, dengan memberikan edukasi mengenai cita-cita, nasionalisme dan menolong sesama. Setelah acara ini diharapkan adik-adik memperoleh semangat baru dan termotivasi untuk terus belajar, kali ini SAF diadakan Desa Sukamulya, Tegalwaru, Purwakarta.

Saya bersama kak Reza, kak Suci dan kak Ntin  diamanahkan untuk mendampingi  adik-adik kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Sukamulya  selama acara SAF berlangsung, MI Sukamulya terletak di bukit yang dikelilingi oleh tambang pasir, dentuman dinamit yang digunakan untuk meluruhkan bukit pasir dan suara bising aktivitas penambangan sudah jadi hal yang biasa bagi adik-adik disini. acara ini berlangsung selama dua hari satu malam, dengan rincian kegiatan sebagai berikut.

  1. Sharing

Pada sesi sharing, kakak pendamping  memperkenalkan latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, setelah itu memberikan motivasi kepada adik-adik untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan. Selain memberikan motivasi, kami memberikan tips dan trik untuk menggapai cita-cita yang adik-adik inginkan. Sebagian besar  ingin menjadi TNI dan guru. Adik-adik disuruh menuliskan cita-cita di kertas yang kami sediakan,  serta menuliskan alasan kenapa mereka memilih cita-cita tersebut. Cita-cita yang mereka tulis kami sarankan untuk di tempel di rumah agar mereka selalu ingat akan cita-cita mereka. Kami juga memberikan semangat kepada adik-adik kelas 6 yang beberapa bulan lagi mengikuti ujian nasional.

  1. Fun Educating

Hari pertama,

kami memberikan edukasi tentang nasionalisme, kerjasama tim dan lain-lain kepada adik-adik, karena bertema  fun educating setiap sesinya kami kemas dengan permainan dan ice breaking. Pada sesi ini adik-adik menyusun puzzle pancasila, mereka berhasil menyelesaikan puzzle kurang dari satu menit, setelah selesai puzzle saya mengulas sedikit tentang jumlah bulu burung garuda dalam pancasila.

Setelah selesai kegiatan dalam kelas, adik-adik bersiap untuk acara edukasi berikutnya, acara selanjutnya dipandu oleh kakak-kakak dari Mojang jejaka (MOKA) purwakarta. Kelas 1, 2 dan 3 mereka belajar bagaimana memanfaatkan sampah agar di daur ulang menjadi  barang yang lebih berguna, sedangkan untuk kelas 4, 5 dan 6 mereka belajar bercocok tanam.

CT Arsa Fondation memiliki dua mobil edukasi yaitu mobil pintar dan mobil iqra, kehadiran dua mobil ini ikut memeriahkan acara SAF kali ini. Mobil pintar merupakan perpustakaan berjalan, adik-adik sangat senang membaca satu persatu buku yang ada di mobil pintar. Mobil Iqra berisi buku-buku islami dan terdapat TV yang memutar video kisah-kisah suritauladan nabi dan para sahabatnya.

Hari kedua

Adik-adik senam bersama, makan bubur kacang ijo dan diberikan edukasi bagaimana caranya mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar, dengan dipandu oleh kakak-kakak panitia Arsa, adik-adik mendapatkan sikat dan pasta gigi gratis sehingga mereka langsung mempraktikannya ditempat.

  1. Salat Berjamaah

Moment yang sangat indah bagi ku, melihat adik-adik dari TK hingga kelas 6 jalan beriringan kemasjid dan wudhu bersama. Tempat wudhu yang terbatas hanya memiliki 3 keran membuat antrian dan bercanda tidak bisa dihindari, tapi kakak-kakak bisa handle situasi dengan baik. kami mendampingi adik-adik untuk salat duha, zuhur, ashar hingga maghrib.

  1. Makan Berjamaah

Moment makan selalu ditunggu-tunggu, setiap meski makan dengan lauk seadanya, tetap terasa nikmat karena makan bareng dan moment kebersamaan yang terasa, selain itu ditemani sambel buatan warga sekitar yang selalu jadi rebutan tiap makan berlangsung. Alhamdulillah urusan konsumsi baik air minum dan makan berat, terpenuhi dengan baik sehingga, energi kami terisi cukup untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berikutnya.

arsa
makan berjamaah
  1. Makrab relawan

Selain acara yang ditujukan kepada adik-adik, kami para relawan punya kegiatan sendiri yang memberikan ruang bagi kami para relawan untuk saling mengenal satu sama lain, dengan diisi berbagai games suasana yang tadinya kaku mulai mencair satu sama-lain, kemudian di malam harinya kami bertukar kado minimal harga dua puluh ribu yang telah kami persiapkan  sebelum acara berlangsung.

  1. Apresiasi Seni

Adik-adik kami pandu untuk menampilkan kreasi dan bakatnya pada malam apresiasi, sebenarnya saya sudah sedikit buntu apa yang akan kami tampilkan, syukurlah teman-teman dari MOKA membantu saya dengan sangat baik. semua kelas maju satu persatu untuk tampil, tampak keceriaan, gugup diwajah adik-adik semua.

arsa
Apresiasi Seni
  1. Lomba 17an

Moment ini juga sangat ditunggu bagi adik dan para kakak relawan. Terdiri dari empat lomba yaitu, balap karung, memasukan paku ke botol, estafet air, estafet karet. Suasanya semakin tumpah ketika kakak-kakak relawan juga ikut lomba.

Arsa
Lomba 17an
  1. Edukasi bagi orang tua dan bazar baju gratis

Selain diperuntukan untuk anak-anak acara SAF juga mengajak orang tua juga berperan aktif untuk mendukung potensi yang dimiliki oleh anak. Orang tua diberikan edukasi bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan isu-isu seputar pendidikan kepada anak. Setelah diberikan edukasi,  orang tua diarahkan menuju tempat bazar baju gratis. Sebelum hari H kami para relawan sudah dihimbau untuk membawa baju layak yang diperuntukan untuk warga sekitar. Saya sangat karena orang tua sangat senang dan antusias diadakan acara SAF di desa mereka, sehingga acara ini dapat memberikan kebahagiaan bagi siswa-siswi MI Sukamulya dan orang tua murid.

kira-kira itulah serangkaian kegiatan dalam SAF 1, insyallah akan ada SAF berikutnya di desa-desa lain, yuk ikutan juga.

True Story

LongdiSTANce

Kelas G Akuntansi PKN STAN

Assalamualaikum Wr.Wb

Hallo semuanya, kali ini aku ingin bercerita mengenai awal ku memilih STAN, tulisan ini dibuat dalam rangka menghitung mundur wisuda, tidak ada maksud tertentu untuk sok bijak, menggurui atau ingin pamer, hanya nostalgia belaka.

Suatu hari di tahun 2011

Tinggal hitungan hari aku lulus SMP, kami telah melaksanakan Ujian Nasional, sekarang adalah waktu kami menunggu nilai UN keluar dan dinyatakan lulus atau tidak. aku yakin akan lulus dengan mendapatkan nilai yang maksimal sesuai dengan kemampuanku. Kami mengisi liburan tidak hanya dengan bermain, tetapi mulai merencanakan kemana kami akan lanjut Sekolah Menengah atau sederajatnya. Pada umumnya, untuk lanjut ke sekolah menengah ada seleksi melalui tes dan ada yang melalui hasil nilai UN.

SMK atau SMA? mungkin ini sederhana bagi sebagian orang tapi sangat krusial bagiku, aku sangat menyukai pelajaran IPA dan Matematika, terbukti dengan nilai UN ku yang hampir sempurna dalam kedua mata pelajaran itu, aku yakin lanjut SMA lah yang terbaik bagiku, karena di SMA, dua mata pelajaran itu akan kupelajari secara mendalam.

Tetapi ada yang membuat ku mengubah keputusan ku untuk tidak memilih SMA, yaitu kakak ku. Kakak perempuanku bernama Oki Octaviani, dia adalah kakak yang sangat super untuk ku, sedikit percakapan ku dengan nya.

Kakak : ” Fer mau lanjut kemana abis ini?”

Aku : “Rencananya SMA 28 kak atau ga SMA 38”

kakak : “Fer jangan SMA deh, SMA mahal bayarannya, terus harus lanjut kuliah juga, SMK aja, abis lulus ferdi bisa kerja terus nabung buat kuliah”

Ferdi : “ferdi pantesnya SMK mana ka?”

Kakak : “SMK 8 aja fer dia bagus banget, kan ferdi suka matematika, ambil jurusan akuntansi aja itu matematika kok”

Ferdi : “Terus ferdi bisa kuliah?”

Kakak :”Bisa kok, atau ga ferdi ambil STAN aja, STAN gratis lho, terus biar nyambung juga, di SMK belajar akuntansi terus nanti kuliah di STAN ambil akuntansi juga”

itu adalah percakapan singkat awal ku mengenal STAN, aku sudah memikirkan bagaimana caranya aku kuliah dengan kondisi terbatas padahal aku baru lulus SMP, tak ada bayangan apapun tentang STAN, lulusanya jadi PNS lah atau apa, kakak ku hanya bilang gratis. Memang saat itu kondisi keluarga kami yang tidak terlalu baik, saat itu biaya pendidikan menengah atas TOP atau RSBI di Jakarta terbilang cukup mahal spp perbulan yang > Rp. 500,000 dan uang pangkal atau sering disebut uang gedung yang senilai 7jt-an. Nominal tersebut cukup besar pada tahun 2011.

Kenapa tidak memilih SMA biasa-biasa yang murah?

Entah kenapa tidak terpikirkan sama sekali di benaku, aku hanya mengikuti saran kakak ku saat itu.

Sedih saat aku tidak satu sekolah lagi dengan teman-teman SMP, aku mengikuti alur tes SMK 8 dengan sangat setengah hati karena tidak bersama dengan teman geng SMP ku,sebenarnya aku sangat kecewa karena aku diterima di SMK 8.

Masa Putih Abu-abu 2011-2014

Tahun pertama

Akuntansi itu matematika?? Prettt…. itu kesan pertamaku saat belajar, logika akuntansi sulit kupahami tidak seperti rumus matematika yang menurut ku lebih mudah dari akuntansi. Tahun pertama menjadi tahun yang sulit bagiku, selain sulit dalam belajar ada beberapa musibah-musibah yang kualami sehingga tahun awal SMK menjadi tahun terberat bagiku. Tahun pertama SMK aku masih terbayang akan kuliah, bahkan aku ingin mencari les tambahan gratis karena aku sangat kecewa karena materi yang diujikan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah materi SMA. Jalur IPA atau IPS? Hanya ada dua, bahkan kedua mata pelajaran itu hanya aku jumpai sebentar di SMK, aku bertanya pada Bu Rita salah satu guru favorit ku di SMK, beliau bilang bahwa fokus SMK bukanlah seperti SMA yang mendalami mata pelajaran tersebut, belajar kulitnya saja oleh karena itu hanya sebentar.

Tahun Kedua

Aku lupa akan STAN, bahkan aku minder merasa tidak akan mencapainya, aku membaca berita bahwa kemungkinan diterima di STAN sangat kecil. Persentase diterima kurang dari 10% dari pendaftar. Akhirnya aku mengalihkan rencana ku ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). PTN sama sulitnya dengan STAN, tetapi banyak pilihan kampusnya dan mungkin peluang aku diterima lebih besar.

Tahun Ketiga

Aku mulai mempersiapkan diriku untuk mengikuti UN, selain belajar UN aku memperispakan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi atau (SBMPTN). SBMPTN yang akan ku ikuti adalah jalur IPS. Setress, itu yang kurasakan saat belajar SBMPTN, materinya sulit sekali, bahkan aku tidak mengerti apapun soalnya, perlu diketahui, untuk belajar materi SBMPTN sangat sulit bagi kami anak SMK, kami harus belajar lima kalilipat, ekstra tenaga karena di SMK pelajaran yang di ujikan di SBMPTN tidak pernah kami lihat sama sekali. Tetapi aku tidak menyerah, entah kenapa meskipun orang bilang SMK dipersiapkan untuk kerja aku mengabaikannya, kebetulan banyak kakak kelas ku yang diterima di perguruan tinggi ternama di indonesia seperti UI, UIN, UNJ, UNAIR dan beasiswa Universitas Swasta. Melihat kakak kelas ku banyak berhasil membuat ku semakin bersemangat.

Semakin banyak belajar, semakin lupa.

itu yang ku rasakan saat belajar SBMPTN, tak ada satupun yang aku tangkap baik sosiologi, geografi, maupun sejarah. “menyerah” itu yang aku pilih untuk SBMPTN, kuputuskan untuk berhenti belajar karena aku merasa aku hanya membuang-buang waktu.

Malam hari sekitar pukul sembilan malam aku sedang asyik bermain hp, tiba-tiba ihsan teman sekelas ku, menyebarkan informasi mengenai STAN. Membaca kata “STAN” membuatku ingat akan memori lama ku saat aku lulus SMP dan kata-kata kakak ku dulu, sedikit dramatis sih seperti di film yang di rewind, Setelah berbagai pertimbangan aku memilih untuk berjuang mengikuti tes STAN, meskipun peluang STAN sangat kecil, setidaknya soalnya tidak sesulit SBMPTN.

Tidak ingin bergantung pada STAN yang belum ada kepastian, aku mencari alternatif lain mengikuti seleksi beasiswa seperti beasiswa di Politeknik Negeri Jakarta, Univ Trisakti, Beastudi Etos, STEI SEBI dan sebagainya, dari semua beasiswa yang aku ikuti, hanya satu yang berhasil lolos yaitu, Universitas Trisaksi. Alhamdullilah aku mendapatkan beasiswa full S1 Akuntansi lolos seleksi beasiswa membuat ku cukup lega. Setidaknya, setelah lulus aku punya tujuan.

Terus belajar, berdoa dan berusaha

Hal itu yang kulakukan ketika memperisapkan diri untuk USM STAN, meski aku mendapatkan beasiswa Trisakti aku belum puas, bukan karena Trisakti kurang bagus, siapa yang tak kenal Trisakti, univ itu sudah memiliki segudang prestasi, alumni yang hebat dan menyumbang peran yang signifikan pada tahun 98. Rasa takut yang membuatku tetap mengejar STAN adalah beasiswa trisakti membuat ku tertekan. Mahasiswa beasiswa Trisakti jika tidak memenuhi standar, maka beasiswa akan dicabut dan dikenakan biaya kuliah seperti biasa, jika kita ingin keluar kita dikenakan biaya pinalti. ketakutan ini yang aku pikirkan. Hal ini sebenarnya wajar, setiap beasiswa rata-rata seperti ini. aku yang pesimis dan tidak siap menerima resikonya. Biaya kuliah per semester S1 Akuntansi yang menembus 10 juta per semester yang mebuatku sangat takut dan membayangkan jika orang tua ku harus membayar semua itu.

Aku bukan pribadi yang pesimis, tapi hanya mengantisipasi

Sebuah pembenaraan yang aku buat sendiri, agar aku mantap mengikuti USM STAN. Singkat cerita setelah melalui episode drama panjang akhirnya aku dinyatakan lulus serangkaian tes STAN dan berhak menjadi mahasiswa tahun 2014. Alhamdulillah aku ditemani dua orang teman dari SMK 8 juga yaitu Moch Ihsan Nadia dan Anida Prawulansari yang turut membantu ku melewati serangkaian tes yang ada.

Bersama Anida dan Ihsan para alumni SMKN 8

Aku senang sekali, karena lulusan SMK 8 tahun 2014 menjadi lulusan terbanyak yang masuk perguruan tinggi, selain banyak ke perguran tinggi, banyak pula yang diterima kerja. Salah satu teman ku bernama Noviandri Saputra dia setelah lulus langsung diterima menjadi karyawan di bagian Internal Audit PT Paragon yang produknya yang sedang naik daun yaitu Wardah.

Menyesal masuk SMK?  Tidak tidak sama sekali, aku mendapatkan nilai nilai berharga di SMK dan pengalaman yang tidak tergantikan yang mungkin akan aku ceritakan dilain waktu.

Apapun jalan yang kamu pilih jalani dengan sepenuh hati, nikmati alurnya, sabar, setiap cerita pasti ada akhir dan akhir dari cerita merupakan awal dari cerita baru

Uncategorized

Jambore Sahabat Anak part 2

 

Setelah ISHOMA kami memperisiapkan diri untuk main games yang telah disediakan oleh panitia di pos-pos yang disediakan. agar tidak terjadi penumpukan kami sudah dibagi rute pos yang akan kami ikuti. Rute pos kami adalah Pos 6, 1, 5, 4, 3, 2, dan 7. penjelasan permainan posnya adalah sebagai berikut.

Pos 6 kami bermain susun kata. pada permainan ini diperlukan kerja sama antara kakak dan adik, kakak ditutup matanya kemudian adik mengarahkan kakak agar bisa menyusun sedotan dan membentuk tulisan keluargaku.

Pos 1 kami bermain tiup balon, adik-adik harus meniup balon dengan besaran yang telah ditentukan oleh panitia, tapi adik-adik tidak terlalu tertarik dengan games ini karena kebanyakan mereka tidak bisa mengikat balon yang mereka tiup.

Pos 5 kami bermain estafet mewarnai. pada games ini adik-adik berbaris kemudian setiap 15 detik sekali mereka harus bergilir mewarnai gambar yang telah disediakan oleh panitia. Gambar yang rapih dan paling mirip dengan aslinya mendapatkan skor yang tinggi, kebetulan tim rumah limas mendapatkan skor tinggi karena kami mewarnai yang paling rapih.

Jambore Sahabat Anak
Mewarnai Secara Estafet

Pos 4 tidak hanya bermain adik-adik juga mendapatkan edukasi. di pos 4 adik-adik diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kuku, karena bibit penyakit terselip di sela-sela kuku yang kotor. oh iya adik-adik disini mendapatkan guntung kuku gratis sehingga bisa mempraktikan langsung.

Pos 3 kami bermain tarik-tarikan (lupa nama permainannya apa). dalam games kali ini adik adik berpelukan dari belakang membentuk sebuah barisan, dan saling tarik menarik dengan tim lawan, yang jadi pemenangnya adalah tim yang mampu mempertahankan barisan tidak terputus dan mampu menarik tim lawan. kakak-kakak terlihat semakin kompetitif, bahkan aku sempat deg-degan berharap tim kami menang. akhirnya setelah perlawanan yang sengit tim kami menang. tapi ada adik yang keseleo karena pada saat tarik mearik ada yang ototnya tertarik hiks..

Pos 7, sebenarnya di pos terakhir ini adik-adik dan kakak pendaming sudah tidak fokus karena sudah kelelahan. di pos ini kami berbaris dan menahan balon, tim siapa yang mampu berjalan tanpa balon terjatuh akan menang. tapi karena adik-adik sudah lelah kami kalah permainan ini hehe.

Setelah permainan selesai kami bergegas untuk ISHOMA karena waktu sudah menunjukan pukul 17.10 WIB. Setelah selesai ishoma kami menikmati acara pertunjukan yang telah disiapkan oleh panitia dan adik-adik berbakat juga ikut memeriahkan acara dengan menampilkan bakat yang mereka punya seperti menari tarian tradisional, bernyanyi, membaca puisi dan sebagainya. Oh iya malam ini kami kedatangan bintang tamu idola adik-adik, ada yang bisa tebak? ya malam ini kami kedatangan Prily Latuconsina, adik-adik tampak histeris ketika melihat Prily. Prily memang cukup populer dikalangan adik-adik karena anak sekarang hobi menonton sinetron dan salah satu yang populer dikalangan anak-anak adalah GGS (Ganteng-Ganteng Srigala). Prily dengan ramah berinteraksi dengan adik-adik dan menyanyikan tiga buah lagu. Acara malam yang disuguhkan panitia sangat bagus, moment ini cukup langka dirasakan oleh adik-adik. Tampak kebahagiaan di wajah mereka.

23 Juli 2017

nyenyak…….

itu yang kurasakan saat tidur di malam hari, untuk pertama kalinya aku tidur nyenyak di tenda, sebelumnya aku sudah beberapa kali berkemah, tapi tidak pernah nyenyak. mungkin karena kelelahan, sehingga aku tidur sangat lelap. pagi ini adik-adik bersiap untuk senam pagi yang dipimpin oleh instruktur senam, karena pagi ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional, pagi ini berlangsung sangat meriah, ada beberapa stasiun tv yang meliput kami, keceriaan kami bertambah ketika kami saling melemparkan bubuk warna satu sama lain, dan aku jadi sasaran utama adik-adik karena aku yang memulai duluan.

Setelah selesai bermain bersama adik-adik kami kembali ke tenda untuk menyantap sarapan. waktu senggang saat sarapan cukup lama sehingga aku memiliki waktu banyak untuk mengobrol bersama adik-adik, bebrapa adik bertanya kepadaku kapan jambore akan diadakan lagi, kemudian aku menjawabnya acara ini diadakan setahun sekali sehingga jambore akan diadakan lagi tahun depan, terlihat raut wajah yang menunjukan kekecewaan pada adik-adik. ya jambore memberikan kebebasan bermain untuk adik-adik. selain bermain, adik-adik juga mendapat makanan yang enak setiap waktunya, mereka makan makanan yang mungkin tidak mereka makan dalam keseharian mereka.

Tidak ingin berlama-lama membicarakan jambore, aku mengajak mereka bermain permainan yang sama seperti pos lima, mereka sangat senang sekali, meskipun ada korban, baju yang dikenakan Nur robek karena ditarik. setelah puas bermain tiba-tiba panitia meyerukan tanda bahwa acara selanjutnya akan dimulai.

acara selanjutnya mirip dengan Amazing Race namun berkonsep kesatria dan tidak semua anak jalan ke pos berbarengan, adik-adik bergantian menuju pos untuk mendapatkan clue. konsep kesatria dipilih karena sekenarionya yaitu salah satu kakak grup kami yaitu kak Novi sedang diculik dan kita harus memerangi algojo yang menculik kak Novi. Beberapa anak ada yang membuat atribut peperangan dan yang lainnya jalan menuju pos untuk mendapatkan clue. \

Akhinya kak Novi berhasil diselamatkan, dan ada anak yang bilang kepadaku “kak kok gitu doang sih?” ya mereka mengira ini adalah peperangan sungguhan, dan kakak panitia yang menjadi algojo sudah kelelahan. Sebelumnya algojo sangat aktif bahkan memberikan perlamawan kepada adik-adik, tapi karena grup tenda limas giliran terakhir, energi algojo sudah habis untuk melawan grup yang giliran awal-awal. setelah selesai menyelamatkan kak Novi kami bergegas menuju tenda untuk makan siang.

Secara resmi, serangkaian acara sudah selesai, tiba saatnya untuk bersih-bersih tenda dan menuju panggung untuk mendengarkan pembacaan pemenang-pemenang lomba yang diadakan. setelah selesai beres-beres kami segera menuju panggung. setibanya di panggung kami disuguhkan dengan beberapa penampilan adik-adik dan pembacaan pemenang lomba. tidak disangka tenda limas mendapat juara grup terkompak, huhuhu senangnya, kami mendapatkan hadiah botol minum, mainan playdooh dan lego. mainan ini kami bagi secara proporsional antara komunitas TUW dan Kabasa.

Tiba saat yang mengharukan bagi ku, yaitu perpisahaan, sebenarnya aku biasa saja, karena suatu acara pasti ada akhirnya. yang membuatku terharu adalah adik-adik, mereka mangis sangat keras, sambil memelukku dan kakak-kakak yang lain. mereka sangat sedih bahwa hari ini akan berakhir dan mereka kembali ke rutinitas keseharian mereka. bahkan anak yang bernama Denis ikut menangis, Denis merupakan salah satu anak yang jahil pada saat jambore. hal ini membuatku dan kakak-kakak lainnya merasa iba dan mata kami berkaca-kaca. keharuan semakin bertambah ketika kami kakak-kakak diberikan bunga oleh adik-adik, ya itu adalah momen pertama bagiku, bunga yang diberikan secara tulus oleh adik-adik. kemudian hari ini diakhiri oleh rasa bahagia bercampur haru yang mengalir bersama air mata yang mengalir di pipi adik-adik.

Hal unik

Hal unik yang ku alami saat Jambore adalah saat salah satu adik yaitu aldi mengeluh sakit perut dan ingin poop. kemudian aku mengantarnya, namun semua kamar mandi penuh sehingga aku harus berkeliling bumi perkemahan selama 15 menit. untung saja aldi tidak kebablasan saat berkeliling.

Hal unik berikutnya adalah Amel, anak ini pendiam selalu jadi korban bully adik-adik lainnya, tatapannya kosong seperti tidak ada yang ia pikirkan, tapi amel anak yang baik dan tidak banyak mengeluh, bahkan ia ikut menangis saat waktu perpisahaan tiba, tapi saat menagis tidak ada eksprsi yang ia keluarkan, tatapannya selalu kosong dan tiba-tiba air mata mengalir diwajahnya

penutup……

Bersyukur, itu lah yang mungkin aku dapatkan setelah mengikuti acara ini, sandang, pangan dan papanku terpenuhi saat aku se usia mereka. membatu tidak hanya berupa materi, mengajak mereka bermain dan memberikan kebahagian merupakan bantuan untuk adik-adik. bantulah adik-adik untuk bermimpi, karena merekalah yang akan membawa kehidupan keluarga mereka menjadi lebih baik. Aku sangat bersukur karena semakin banyak orang-orang yang peduli dengan anak marjinal. Jambore Sahabat Anak memberikanku semangat baru agar terus aktif di kegiatan sosial,

 

 

 

Uncategorized

Jambore Sahabat Anak part 1

Assalamualaikum wr.wb

Halo temen-temen semua kali ini saya ingin bercerita mengenai social experience yang saya ikuti.  setelah selesai kepanitiaan voluntrip 4 (cerita ini menyusul yah), saya merasa sedikit lelah dan ingin beristirahat sejenak menikmati masa kuliah yang tinggal 2 bulan lagi. tapi manusia hanya bisa berencana, akhirnya saya tergoda ketika scroll instagram @indorelawan. terlihat open registration kakak pendamping acara jambore. tanpa berfikir panjang saya langsung mendaftar dan setelah menunggu beberapa minggu saya menerima email yang menyatakan bahwa saya diterima mengikuti acara tersebut.

Sebelum saya masuk ke acaranya mungkin kalian masih bertanya-tanya sebenarnya acara apa yang saya ikuti hehe. Singkatnya acara ini diadakan oleh organisasi bernama Sahabat Anak (SA) . Sahabat Anak adalah yayasan nirlaba yang memberikan pendidikan serta memperjuangkan hal-hak anak-anak marjinal dan anak jalanan supaya mereka tidak terus hidup di jalan dan memiliki masa depan. kaum marjinal ini mencakup pengemis, pemulung, buruh, dan orang-orang dengan penghasilan pas-pasan atau bahkan kekurangan. info lebih detailnya kalian bisa mengakses sahabatanak.org.

Salah satu acara yang diadakan oleh SA adalah Jambore Sahabat Anak (JSA). JSA memberikan kesempatan bagi anak-anak marginal untuk “libur” dari aktivitas dan masalah yang mereka hadapi di jalanan. Selama 2 hari dan 1 malam mereka diperlakukan selayaknya anak biasa. Mereka bisa bermain, bernyanyi dan menikmati hal-hal kecil seperti memanjat pohon dan sebagainya. JSA tahun ini bertema “keluargaku pelindungku”

Setelah dinyatakan diterima saya diwajibkan untuk mengikuti technical meeting (TM). Apabila tidak ikut, saya tidak boleh mengikuti acara tersebut sebagai kakak pendamping pendamping, Sebenarnya saya galau ikut, karena hari TM bertepatan dengan kuliah 6 sks saya di hari sabtu. Tetapi setelah meminta pendapat dari teman-teman saya, saya memantapkan diri untuk ikut TM dan cabut kuliah akhirnya, saya langsung menuju ke lokasi TM di Gedung KNPI Rawamangun.

Sesampainya di gedung KNPI sudah terlihat para relawan pendaftar lain yang sudah memenuhi ruangan. acara berlangsung cukup lama dari jam 9.00 sampai dengan 15.30, selama acara kami dijelaskan seputar sahabat anak, tugas fungsi jambore dan hal terkait jambore, serta isu terkini terkait anak marginal yang ada di Indonesia. Saya berkenalan dengan salah satu relawan, namanya kak lenny, dia sedang kuliah di IPB melanjutkan S2 nya. selama acara berlangsung saya bicara banyak dengan kak lenny tentang berbagai hal. akhirnya, sesi akhir pun tiba, kami dibagi area yang akan kita dampingi. pembagian area berdasarkan domisili terdekat, sebenarnya saya sudah mulai deg-dengan karena, nama saya tidak  dipanggil sampai akhir. ternyata benar nama ku dipanggil di akhir. aku masuk dalam grup tenda ceria, ternyata ada alasan saya belum dipanggil, peserta yang dipanggil di tenda ceria artinya belum mendapat area dampingan. area dampingan adalah tempat kita akan membimbing adik-adik disana, contohnya si A, mendapat area dampingan gambir artinya, kakak A akan mendampingi adik-adik marjinal yang ada di sekitaran gambir. kak romey adalah selaku panitia yang menjadi penanggung jawab grup tenda ceria. karena kita belum mendapatkan area dampingan, kami hanya berkenalan satu-sama lain, sedangkan peserta yang sudah mendapat area dampingan sudah membicarakan kapan mereka akan mengunjungi adik di areanya, kemudian TM berakhir.

Beberapa minggu kemudian…..

Kak mey bilang kalu dia hari ini punya kabar baik dan kabar buruk, kabar baiknya bahwa grup tenda ceria kami telah memiliki area di daerah bojong indah tangerang dan kabar buruknya tiga orang dari kita harus pindah untuk diperbantukan ke area lain, karena belum ada yang membalas chat kak mey, akhirnya aku, kak esthi, dan kak indah yang menutuskan untuk pindah.

theumbrellawisdom

Tanggal 10 Juni 2017. kami bertiga sepakat untuk mengunjungi area yang akan kita dampingi, kebetulan pada hari ini ada acara buka bersama, lokasiny berada di antara stasiun jakarta kota dan kampung bandan, disana ada komunitas bernama The Umbrella Wisdom (TUW). TUW menaungi anak-anak marjinal kampung dao, kampung dao berlokasi di belakang ITC Mangga Dua, untuk sampai ke kampung dao kami harus menyusuri rel kereta selama 10 menit. Setelah sampai di kampung dao kami berkenalan dengan kakak-kakak TUW dan langsung bergabung dengan adik-adik disana yang sedang mengikuti serangkaian acara menunggu buka puasa bersama.

Tanggal 22 Juni 2017. teman-teman tenda ceria akan mengunjungi tempat di bojong indah tersebut, kebetulan hari ini aku sedang tidak ada kegiatan, dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut kesana, aku sangat senang meskipun aku sudah pindah area dampingan, kak mey dan kakak-kakak yang lain sangat eassy going, dan humble yang membuatku tidak ragu untuk ikut bersama mereka, akhirnya jam 14.30 kami janjian di stasiun bojong indah dan langsung menuju ke lokasi, disana kami berkenalan dan bermain beberapa games.

Kunjungan ke area dilakukan beberapa kali, tujuan kunjungan ini adalah agar kakak-kakak semakin dekat dengan adik dampingan agar saat acara jambore berlangsung kita sudah tidak canggung satu dengan yang lainnya, selain itu pada saat kunjungan kita juga mempersiapkan yel-yel dan beberapa jargon yang akan ditampilkan pada saat jambore berlangsung.

22 Juni 2017. Hari yang dinantikan tiba, saya jam 5.00 sudah jalan dari rumah menuju lokasi bumi perkemahan ragunan. saya naik kereta pukul 5.20 di stasiun cilebut, dengan lama perjalanan sekitar satu jam, akhirnya saya sampai ke area buperta ragunan pukul 6.30. setibanya disana tampak kakak panitia yang menyambut kedatangan adik-adik.

Tenda-tenda di jambore kali ini memiliki nama yang berasal dari nama-nama rumah adat yang ada di indonesia. tendaku bernama tenda rumah limas. rumah limas merupakan rumah adat provinsi sulawesi selatan. oh iya kami satu tenda dengan komunitas kabasa, yang berasal dari bekasi. komunitas kabasa telah mengikuti jambore sejak tahun 2011, sehingga mereka sangat berpengalaman dalam berjambore. sesampainya di tenda adik adik dari TUW langsung  memanjat pohon. adik-adik bilang di kampung dao tidak ada pohon yang bisa dipanjat, makanya ketika disini mereka melihat pohon mereka sangat senang dan langsung memanjatnya. Acara resmi dumulai, diawali seperi acara pada umumnya sambutan dari para ketua dan jajaran lainnya. tampak raut muka yang ceria pada wajah adik-adik TUW karena mereka baru pertama kali ikut jambore. ada sekitar 800 anak marjinal yang memenuhi bumi perkemahan ragunan, yang ikut meramaikan sebagai peserta jambore.

 

 

Setelah acara pembukaan selesai kami segera bergegas menuju tenda dan serangkaian acara dimulai.  games pertama bernama body mapping. kakak panitia memandu kami dan kami mengkondisikan adik-adik. dalam body mapping ini adik-adik mencetak tubuhnya, dan menunjukan bagian mana yang pernah terkena kekerasan fisik derngan memberikan tanda silang pada bagaian tersebut. hampir semua anak-anak pernah mengalami kekerasan baik dari keluarga maupun saudara sekitar.

setelah adik adik selesai body mapping kami main ular tangga, telah disediakan terpal besar yang dicetak games ular tangga. disetiap langkah terdapat perintah, dan quote lucu yang membyat adik-adik senag. tapi karena keterbatasan sumberdaya permainan akhirnya adik-adik berebutan ingin main. hehe.

jambore sahabat anak
games ular tangga

setelah puas bermain ular tangga dan body mapping, kami segera menyiapkan bahan yang diperlukan untuk menghias tenda. anak-anak sangat senang dengan kegiatan menghias tenda, mereka bisa menyalurkan kreativitas mereka.

jambore sahabat anak
menghias tenda

kegiatan menghias tenda selesai, selanjutnya dilanjutkan dengan games pos-pos yang telah disediakan panitia. games apa aja itu?? bersambung ke post berikutnya ya.

Social Experience

Baso Istigfar dan Kepolosan

13 April 2017

Hari ini merupakan hari terakhir ku melaksanan UTS di semester 6, ya suka dan duka menyelimuti kami, senang, ya kami senang, karena ini merupakan ujian ke 11 kami di STAN yang insyallah akan jadi UTS terakhir menimba ilmu di STAN. Sedih, ya pasti kalian tahu sebabnya, dilema karena merasa tidak bisa beberapa soal dalam UTS *sudah biasa.

Setelah ujian selesai  mahasiswa berhamburan kesana kemari, ada yang langsung hangout, siap-siap pulkam dan lain-lain, untuk merayakan kegembiraan mereka setelah melalui ujian ini. aku pun juga demikian, tapi karena ada urusan aku tidak bisa ikut teman-teman ku yang punya rencana main, aku harus pergi ke suatu tempat. padahal aku ingin sekali ikut main dengen mereka. singkat cerita karena pulang dengan lelah setelah melewati kemacetan jakarta aku ingin sekali ngebasoooo, kuah cuka + pedasnya sambal membuatku senang hanya membayangkannya saja. tapi makan baso sendirian bagai makan sayur tanpa garam haha, tidak ada teman ngobrolnya berasa kurang nikmat. akhirnya aku mengajak teman ku yang bernama Diah Zahi atau orang-orang akrab memanggilnya Zahi tapi ibuk kostnya memanggilnya Diah (FYI aja). Zahi orangnya eassy going sehingga enak untuk diajak main, padahal hari ini pertama kali aku bisa jalan bareng Zahi karena ia sibuk dengan bisnisnya dan organisasinya.

Berawal dari percakapan kami via line yang belum menemukan objek KTTA, membuat kami lapar, bukan kami sih tapi saya, karena Zahi kebetulan sudah makan, tapi karena dia tidak seperti perempuan pada umumnya yang takut gemuk jika makan lebih dari 3 kali, akhirnya dia menerima ajakan ku untuk makan bakso. sebenernya ada ajakan lain ada saat bersamaan, temen-temen kelas ku ingin pergi keluar juga sekedar kumpul-kumpul, tapi setelah mendenger mereka ingin ke senayan dan ingin makan sate taichan membuatku mengurungkan niat, pertama karena aku sudah pernah makan sate taichan dan rasanya mengecewakan, kedua perjalanan yang jauh membuat ku malas duluan karena aku baru saja pulang dari mampang. balik lagi ke bakso…. sebenernya kami sudah memutuskan untuk makan bakso biasa di dekat komplek agar Zahi bisa ikut rombongan anak kelas yang ingin jalan, tapi tiba-tiba Zahi memutuskan untuk tidak ikut kesana karena lebih tergoda bakso, padahal dia dandan kalo anak gaul bilang dandanannya udah #SenayanBanget tapi malah ke depan komplek, haha tapi untungnya Zahi bukan tipe orang yang mudah marah dan kesal, dia orangnya senantiasa #BergerakMenginspirasi (tagline BEM PKN STAN *fyi).

Pencarian Bakso dimulai, aku sedikit merasa bersalah ke Zahi karena tidak membawanya ke senayan, maka dari itu aku ingin memberikan kebahagiaan lain untuk Zahi (lebay) dengan memberikan pengalaman baru untuknya. tiba-tiba aku ingat pernah melihat di jalan ke arah Pondok Betung tulisannya bakso istigfar, dari namanya saja  sangat menjual dan membuat ku penasaran, akhirnya kami kesana, terlihat sebuah bakso sebesar kepala manusia yang mebuatku takjub, sebelum memesan aku tanya harganya “berapa pak?”  tanya ku kepada kang baso dan beliau menjawab “20 ribu dek” mendenger harga segitu dengan ukuran yang besar membuat aku dan Zahi tersenyum sumringah hahaha dan langsung memesan 1 porsi, menunggu sekitar 5 menit bakso ukuran super jumbo pun tiba membuat mata kami terbelalak, bagaimana cara kami menghabiskannya.

baksobakso 2

setelah datang baksonya kami menjadi pusat perhatian di tukang bakso karena pengunjung tidak ada yang berani memesan bakso tersebut karena ukurannya terlalu besar, tapi kami berdua cuek saja melihat yang lain memperhatikan kita.

suasana malam pun terus berjalan aku dan Zahi menikmati besar nya bakso, baksonya enak meskipun ukurannya besar, tidak mengurangi cita rasanya, rasa gurih di tiap potongnya membuat ku ingin mengunyah bakso itu, saat dibelah baksonya juga berisi baso kecil-kecil seakan dia meiliki beranak, unyu pokoknya. pengamen yang datang silih berganti mewarnai makan malam kami. setelah 20 menit aku mulai begah dan Zahi mulai begah. aku juga semakin tidak nyaman karena kabarnya kami ditunggu untuk ikut main bersama teman-teman kelas yang ke senayan, begah tergambar di wjah kami dan hal  yang tidak biasa terjadi, mbak kasir menawarkan ku “mas ingin dibungkus?” hal yang jarang terjadi jika seorang pegawai menawarkan membungkus makanan terlebih dahulu, tapi itu ku sambut positif karena sepertinya mbaknya sudah melihat aku dan Zahi tidak sanggup memakannya, akhirnya aku menyuruh Zahi meminta dibungkuskan ke pegawai bakso, selagi menunggu membungkus aku mengantri dikasir untuk membayar, setelah giliran ku “mbak berapa?” tanya ku, “128 ribu mas” mendenger itu aku langsung kaget, tapi aku berusha mengendalikan ekspresi ku depan kasir dan depan Zahi, beruntung aku bawa uang lebih, tadinya aku hanya berencana bawa 20 ribu tapi entah kenapa ada perasaan lain seningga aku bawa uang lebih, ternyata ini jawabannya ahahahaha, Zahi menatapku dengan penuh heran karena aku pinjam uang nya 30 ribu, karena kebetulan aku cuma bawa 100 ribu, setelah membayar hanya tergambar senyum aneh di wajah kami berdua, persaaan kami campur aduk dan merasa kami teralu polos, mengapa aku bilang polos?? ya karena kami tidak berfikir panjang mana ada bakso sebesar itu harganya 20 ribu, sedangkan untuk satu porsi bakso biasa saja sekarang dihargai 10 s.d 15 ribu apakah itu termasuk polos ya? apa tidak berfikir panjang? entahlah. ternyata kami sepertinya salah denger mas baksonya bilang “120 ribu” tapi kami hanya denger 20 ribunya saja. dan kami meninggalkan tempat makan kami dengan persaan haru dan berfikir betapa polosnya kami haha. aku meminta maaf berulang kali ke Zahi karena aku sudah mengacaukan harinya dan menguras dompetnya (maaf Zahi), tapi ia selalu bilang ga apa-apa dan bilang selow, aku harap hatinya demikian.

tips dan trik membeli bakso

  1. carilah tukang bakso terdekat
  2. liat tempatnya ramai atau tidak, ramai berarti bakso itu sudah diketahui maksyarakat banyak dan tergolong enak
  3. berfikirlah dengan logika jangan terbutakan oleh harga murah
  4. tanyakan sebelum anda mencoba hal baru agar kalian tidak kecewa dan ekpektasi kalian tidak terpenuhi
  5. bawalah uang lebih kemanapun kalian pergi

Ending……

setelah mengantar zahi pulang aku segera menuju kost, setelah pulang terlihat anak anak kosan berwajah lesu dan merka bilang belum makan dari siang, cacing diperut sudah bergoyang dan menari layaknya alang-alang diterpa angin badai. kebetulannnn aku membawa pulang bakso itu, dan alhamdullilah 5 orang makan dengan lahap dan terselamatkan perutnya berkat bakso itu, itung-itung aku mentraktir mereka karena selama ini aku selalu yang menjadi subjek yang diteraktir bukan yang meneraktir, tapi aku senang hari ini karena baksonya menurut ku enak dan jadi bisa main bareng zahi karena aku sebelumnya chat zahi cuma tanya pelajaran wkwkwk *maaf zahi, ya selalu ada hikmah dibalik setiap cerita……. happy #wisuda2017

bonus foto zahibakso 3

Destination

Gunung Merbabu

Jenuh……. itu yang kurasakan ketika detik-detik menjelang UAS tiba, “butuh piknik” ya istilah itu sepertinya sangat familiar namun dirasakan oleh sebagian orang

6 januari 2017

Pada malam itu kelompok 1 Audit gue sedang belajar bersama membahas problem-problem audit yang tersedia di buku sukrisno agoes, lebih tepatnya kami membahas kunci jawaban dan menyamakan dengan presepsi kami, singkat cerita setelah membahas kunci, gue, fadel dan ican tidak langsung pulang ke kost kami masing-masing, melainkan ke warkop yang terletak di jalan jengkol.

Di warkop kami membahas banyak cerita, sampai akhirnya ican bercerita mengenai pengalaman bersama teman se kostnya mendaki gunung gede, cerita ican membuatku tertarik untuk mencoba mendaki gunung juga, dari pembicaraan singkat inilah muncul rencana mendaki gunung bersama. Singkat cerita ditetapkanlah 8 Februari 2017 kami mendaki gunung merbabu, kenapa merbabu? Ada yang bilang gunung merbabu cocok bagi para pemula untuk memulai pendakian, trek yang tidak terlalu sulit*katanya* dan pemandangannya yang indah.

Pesan tiket

Tiket ke jogja harganya bervariasi mulai yang paling murah Rp 74.000 sampai Rp 265.000. terkesan tergesa gesa saat pesan dan yang niat hanya gue dan fadel, 5 tiket sudah dibayar dan ada kecerobohan gue saat pesan tiket yaitu 4 orang di gerbong 5 dan 1 orang di gerbong  1, kesalahan gue lupa mengatur posisi duduk untuk orang terakhir.

6 Februari 2017

Sebulan telah berlalu, tak terasa UAS sudah selesai *kerasa sih sebenernya, sampai tiba h-1 gue pergi ke Jogja dan melanjutkan perjalanan ke gunung merbabu, sampai h-1 gue belum persiapan untuk mendaki, bahkan tas Carier untuk mendaki belum dapat pinjaman,  “pasrah” muncul niat untuk pakai tas ransel unyu warna merah marun yang gue pakai sehari-hari untuk kuliah, tapi akhirnya pencerahan datang ternyata teman voluntrip 3 gue Fikri Anshori seorang anak MAPALA UI, akhirnya gue pergi ke UI untuk meminjam perlengkapan yang fikri punya.

Persiapan

Banyak barang bawaan banyak banget, kita dibagi 2 team, team jakarta (Bongsu,pram,fadel,gue) team jogja (mail,okta,dimas,ican)  ican menugaskan team jakarta feat naufal, faesal untuk membawa logistik yang dibutuhkan selama mendaki.

merbabu
Tas yang penuh padahal masih banyak barang lain

 

7 Februari 2017

Saatnya team jakarta memulai perjalanan, yang fix ikut dari jakarta yaitu Pram, Fadel, Bongsu dan gue, sebenernya ada satu lagi yaitu luqman tapi dia gagal pergi mungkin karena dia kelelahan karena dia baru pulang liburan dari pahawang. kereta kami berangkat jam 11.30 dari stasiun pasar senen

suasana pasar senen dan barang bawaan gue dan pram *fadel dan bongsu belom dateng

pasar-senen-2
pasar senen
merbabu-1
Tas pram dan gue

 

perjalanan menuju stasiun lempuyangan dimulai kami berangkat 11.30 dan tiba 19.50, kereta api sangat tepat waktu jarang sekali delay jadi jangan coba-coba telat datang ke stasiun ya

19.50 kami tiba di stasiun lempuyangan, mail menjemput kami sekalian mengambil peralatan sewa mendaki di lempuyangan, sekitar 30 menit dalam perjalanan kami ke rumah mail, setelah tiba di rumah mail kami disambut hangat oleh kedua orang tuanya, orangtua mail sangat ramah sehingga kami merasa seperti dirumah sendiri.

Tiba dirumah mail kami tidak langsung tidur melainkan kami bersiap siap dan cek kelengkapan barang. Barang dimasukan satu persatu kedalam tas, ican membagi logistik bersama ke tas kami agar semua muat dalam tas.

merbabu4
suasana rumah mail

Setelah selesai beres beres kami bersiap untuk beristirahat dan menyambut hari esok

8 Februari 2017

Hari pendakian pun tiba, kami menunggu Dimas si anak tangguh anak STAN pencinta alam (STAPALA), ia akan memandu kami dalam pendakian karena tanpa Dimas kami hanyalah butiran debu, setelah packing ulang kami bersiap-siap untuk berangkat ke Boyolali, jam 10.30 kami berangkat, jalur pendakian yang kami pilih adalah Via Selo, kami ke lokasi pendakian naik sepeda motor selama 2 jam perjalanan,di perjalanan kami bertemu Anas dan Yudha mereka mahasiwa UIN Jogja yang akan ikut mendaki bersama kami, total orang yang mendaki hari ini adalah 12 orang, setelah tiba di lokasi kami bersiap siap untuk mulai mendaki, gunung merbabu terdiri dari 5 pos , pos 1, pos 2 ,pos 3 , sabana 1, sabana 2 dan terakhir puncak gunung, kami mulai mendaki sekitar jam 15.00.

wajah bahagia sebelum mulai mendaki

 

start mendaki…. baru 10 menit kaki gue udah gemeteran dalam hati kok ini tas berat banget,sepertinya yang merasakan ini bukan gue aja beberapa temen yang lain juga merasakan jadi baru 10 menit kita memerbabu-7mutuskan untuk berhenti istirahat dan minum, semakin sore udara makin terasa dingin, kabut mulai turun, kami berdoa agar tidak turun hujan karena jika hujan jalanan  semakin licin dan menyulitkan kami untuk mendaki trek yang curam, kira-kira sekitar sejam kami berjalan, akhirnya hujan turun namun tidak deras, kami memutuskan untuk memakai jas hujan sejenak dan melanjutkan kembali perjalanan.

merbabu-9

Hujan semakin deras dan terjadilah badai, selama ini gue hanya mengira badai itu hanya terjadi di laut ternyata badai terjadi juga di gunung dan itu diluar ekspektasi, angin kencang disertai kabut serta udara dingin menerpa tubuh kami semua, karena cuaca semakin memburuk Dimas ketua team memutuskan untuk mengakhiri perjalanan dan membuat tenda di pos 2, perjuangan kami tidak berakhir disitu angin kencang dan hujan menyulitkan kami untuk membangun tenda, pasak tenda sulit untuk dipasang, kondisi tanah yang gembur dan angin kencang membuat tenda sulit berdiri, saya dan fadel ditugaskan membuat makanan/minuman untuk anak yang lainnya, selama anak-anak yang lain kesulitan memasang tenda, gue dan fadel kesulitan memasak, gue ga ngerti sama sekali cara masang gas tabung, menyalakan kompornya dan membesarkan api kompornya, sepertinya Dimas salah menyuruh orang, kompor sulit menyala karena angin sangat kencang membuat api selalu mati, setelah kami semua berjuang dengan jobdesk masing-masing, akhirnya gue dan fadel berhasil membuat teh dan team tenda berhasil mendirikan 3 tenda, sebenarnya kami bawa banyak tenda tapi karena badai, tenda kami basah dan hanya 2 tenda yang layak pakai. Jam 19.45 semua sudah mulai beres dan kami memutuskan untuk masuk tenda karena kondisi di luar masih hujan disertai angin, menurut saya malam itu cukup mencekam karena angin kencang terus berhembus sampai jam  3 pagi.merbabu-10keesokan harinya sekitar pukul 05.00 badai sudah berhenti dan kami berencana untuk mendaki tapi yang ikut mendaki hanya 6 orang dari jumlah kita yang 12 orang, sisanya stay di tenda,perjalanan gue kembali dimulai, kabut masih tebal dan kami kesulitan untuk melihat jalan, sekitar jam 06.00 kabut mulai menipis ternyata cobaan masih terus berlanjut trek yang semakin terjal dan angin yang kembali bertiup kencang membuat kami sulit untuk mendaki.

merbabu-11

Tidak dipungkiri angin semakin kencang dan kabut semakin tebal.

 Disaat kami melanjutkan perjalanan kami bertemu rombongan pendaki lainnya yang sedang turun, mereka mengaku sudah sampai di sabana 2 dan hampir sampai puncak dan mereka mutuskan untuk turun karena diatas cuacanya semakin memburuk.

Akhirnya kami memutuskan untuk turun untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi. 

Begitulah kisah perjalanan saya ke gunung merbabu, mungkin anda yang membaca ini berfikir, ih kasian banget jauh-jauh cuma hujan-hujanan, tapi menurut gue tidak, “puncak bukanlah tujuan utama melainkan bagaimana proses untuk kita meraihnya”

merbabu-12merbabu-13

Tips dan trik mendaki

  1. jangan mendaki saat musim hujan
  2. ajak teman yang berpengalaman dalam hal mendaki
  3. jangan menganggap remeh perlengkapan, bawa semua yang di list sebelum kalian berangkat
  4. latihan fisik sebelum mendaki

Rincian biaya mendaki gunung merbabu

  1. tiket Pasar Senen – Lempuyangan Rp. 74.000 – Rp. 265.000
  2. sewa motor sekitar stasiun lempuyangan Rp. 50.000 – Rp. 75.000 per hari
  3. sewa tenda Rp 40.000 per unit
  4. sewa matras Rp. 3.000 per buah
  5. sewa sleeping bag Rp. 9.000 per buah
  6. sewa nesting(panci) Rp. 15.000 per unit
  7. sewa kompor Rp. 30.000 per unit
  8. retribusi masuk merbabu Rp 17.500 per orang
Uncategorized

Dimana saya menjadi diri sendiri?

Cerita pengantar biar tambah banyak

             Jadi sebenarnya saya ingin memulai kebiasaan menulis di awal 2017, agar cerita dalam hidup saya mulai di tahun yang baru berganti *hazek, tapi karena saya itu “PENGACARA”, pengangguran banyak acara, sehingga banyak alasan sampai pertengahan januari saya belom memulainya. Dan akhirnya memutuskan untuk mulai menulis setelah UAS, eh tapi tiba-tiba grup Voluntrip3 mulai ramai membicarakan tentang menulis dsb, saya belum terlalu tertarik karena saat mulai hari pertama bercerita saya UAS Akuntansi keuangan lanjutan yang membuat saya ingin “Showeran” ketika mendapati kertas kerja yang gak balance.

          Namun saat saya membaca chat teman saya M.Fikri Anshori seorang sejarawan muda, membuat saya termenung, chatnya yaitu  “Bayangkan kalau kita (manusia) tidak menulis, cerita-cerita hebat, penuh inspirasi, konyol, lucu, sedih, dan penuh amarah kita akan lenyap dan lesap bersama hembusan angin”.tak bisa dipungkiri saya mengalaminya, saya merasa momen berharga saya lenyap sedikit demi sedikit, meskipun kita di anugrahi ingatan yang sangat baik, tapi tetap saja pasti sedikit demi sedikit akan pudar dan kita akan melupakannya ditambah saya orangnya pelupa. Itu pengantarnya yeay.

Day 3

Sudah berjalan hari ke 3, saya memutuskan untuk skip hari ke 2 karena temanya membuat saya mengingat masa lalu hehe. Tapi nanti saya akan bayar hutangnya karena kondisi saya tidak memungkinkan untuk mengingat masa lalu sekarang, karna ada masa depan yaitu UAS yang menghantui saya 2 minggu ini heheh.

Jadi diri sendiri??? Iya, dimana? Sebagian orang akan menjawab keluarga, karena memang, keluarga menyayangi kita apa adanya, tapi bagaimana di luar? Kadang ada rasa takut dalam diri saya untuk menunjukan diri saya yang sesungguhnya, selalu muncul pertanyaan. Apakah mereka akan menerima saya? Apa saya bisa jadi teman mereka? dan seterusnya,  lalu kapan saya jadi diri sendiri?, saya biasanya melihat situasi dan kondisi apakah lingkungan itu bisa menerima saya, ketika kondisi itu nyaman dan berisi orang-orang punya fikiran yang terbuka, sifat asli saya akan keluar, namun jika sebaliknya saya akan menahan diri dan menyesuaikan dengan orang orang di sekitar saya.

Jadi dimanakah tempat saya menjadi diri sendiri? Kata “tempat” berupa lokasi spesifik dimana itu menurut saya tidak ada, saya menjadi diri sendiri ketika orang-orang disekitar saya menerima saya, mengerti apa yang saya rasakan dan mau memberikan feedback terhadap diri saya, saya tidak kenal kata “jaim” disaat hari pertama, jika lingkungan saya menerima saya, disaat itu sifat asli saya akan keluar dan saya menjadi diri sendiri.

Nyambung ga ceita ini sama temanya???

Postingan pertama saya dengan tampilan blog seadanya, nanti ajarin cara ngebagusinnya ya hehe