Destination

Gunung Merbabu

Jenuh……. itu yang kurasakan ketika detik-detik menjelang UAS tiba, “butuh piknik” ya istilah itu sepertinya sangat familiar namun dirasakan oleh sebagian orang

6 januari 2017

Pada malam itu kelompok 1 Audit gue sedang belajar bersama membahas problem-problem audit yang tersedia di buku sukrisno agoes, lebih tepatnya kami membahas kunci jawaban dan menyamakan dengan presepsi kami, singkat cerita setelah membahas kunci, gue, fadel dan ican tidak langsung pulang ke kost kami masing-masing, melainkan ke warkop yang terletak di jalan jengkol.

Di warkop kami membahas banyak cerita, sampai akhirnya ican bercerita mengenai pengalaman bersama teman se kostnya mendaki gunung gede, cerita ican membuatku tertarik untuk mencoba mendaki gunung juga, dari pembicaraan singkat inilah muncul rencana mendaki gunung bersama. Singkat cerita ditetapkanlah 8 Februari 2017 kami mendaki gunung merbabu, kenapa merbabu? Ada yang bilang gunung merbabu cocok bagi para pemula untuk memulai pendakian, trek yang tidak terlalu sulit*katanya* dan pemandangannya yang indah.

Pesan tiket

Tiket ke jogja harganya bervariasi mulai yang paling murah Rp 74.000 sampai Rp 265.000. terkesan tergesa gesa saat pesan dan yang niat hanya gue dan fadel, 5 tiket sudah dibayar dan ada kecerobohan gue saat pesan tiket yaitu 4 orang di gerbong 5 dan 1 orang di gerbong  1, kesalahan gue lupa mengatur posisi duduk untuk orang terakhir.

6 Februari 2017

Sebulan telah berlalu, tak terasa UAS sudah selesai *kerasa sih sebenernya, sampai tiba h-1 gue pergi ke Jogja dan melanjutkan perjalanan ke gunung merbabu, sampai h-1 gue belum persiapan untuk mendaki, bahkan tas Carier untuk mendaki belum dapat pinjaman,  “pasrah” muncul niat untuk pakai tas ransel unyu warna merah marun yang gue pakai sehari-hari untuk kuliah, tapi akhirnya pencerahan datang ternyata teman voluntrip 3 gue Fikri Anshori seorang anak MAPALA UI, akhirnya gue pergi ke UI untuk meminjam perlengkapan yang fikri punya.

Persiapan

Banyak barang bawaan banyak banget, kita dibagi 2 team, team jakarta (Bongsu,pram,fadel,gue) team jogja (mail,okta,dimas,ican)  ican menugaskan team jakarta feat naufal, faesal untuk membawa logistik yang dibutuhkan selama mendaki.

merbabu
Tas yang penuh padahal masih banyak barang lain

 

7 Februari 2017

Saatnya team jakarta memulai perjalanan, yang fix ikut dari jakarta yaitu Pram, Fadel, Bongsu dan gue, sebenernya ada satu lagi yaitu luqman tapi dia gagal pergi mungkin karena dia kelelahan karena dia baru pulang liburan dari pahawang. kereta kami berangkat jam 11.30 dari stasiun pasar senen

suasana pasar senen dan barang bawaan gue dan pram *fadel dan bongsu belom dateng

pasar-senen-2
pasar senen
merbabu-1
Tas pram dan gue

 

perjalanan menuju stasiun lempuyangan dimulai kami berangkat 11.30 dan tiba 19.50, kereta api sangat tepat waktu jarang sekali delay jadi jangan coba-coba telat datang ke stasiun ya

19.50 kami tiba di stasiun lempuyangan, mail menjemput kami sekalian mengambil peralatan sewa mendaki di lempuyangan, sekitar 30 menit dalam perjalanan kami ke rumah mail, setelah tiba di rumah mail kami disambut hangat oleh kedua orang tuanya, orangtua mail sangat ramah sehingga kami merasa seperti dirumah sendiri.

Tiba dirumah mail kami tidak langsung tidur melainkan kami bersiap siap dan cek kelengkapan barang. Barang dimasukan satu persatu kedalam tas, ican membagi logistik bersama ke tas kami agar semua muat dalam tas.

merbabu4
suasana rumah mail

Setelah selesai beres beres kami bersiap untuk beristirahat dan menyambut hari esok

8 Februari 2017

Hari pendakian pun tiba, kami menunggu Dimas si anak tangguh anak STAN pencinta alam (STAPALA), ia akan memandu kami dalam pendakian karena tanpa Dimas kami hanyalah butiran debu, setelah packing ulang kami bersiap-siap untuk berangkat ke Boyolali, jam 10.30 kami berangkat, jalur pendakian yang kami pilih adalah Via Selo, kami ke lokasi pendakian naik sepeda motor selama 2 jam perjalanan,di perjalanan kami bertemu Anas dan Yudha mereka mahasiwa UIN Jogja yang akan ikut mendaki bersama kami, total orang yang mendaki hari ini adalah 12 orang, setelah tiba di lokasi kami bersiap siap untuk mulai mendaki, gunung merbabu terdiri dari 5 pos , pos 1, pos 2 ,pos 3 , sabana 1, sabana 2 dan terakhir puncak gunung, kami mulai mendaki sekitar jam 15.00.

wajah bahagia sebelum mulai mendaki

 

start mendaki…. baru 10 menit kaki gue udah gemeteran dalam hati kok ini tas berat banget,sepertinya yang merasakan ini bukan gue aja beberapa temen yang lain juga merasakan jadi baru 10 menit kita memerbabu-7mutuskan untuk berhenti istirahat dan minum, semakin sore udara makin terasa dingin, kabut mulai turun, kami berdoa agar tidak turun hujan karena jika hujan jalanan  semakin licin dan menyulitkan kami untuk mendaki trek yang curam, kira-kira sekitar sejam kami berjalan, akhirnya hujan turun namun tidak deras, kami memutuskan untuk memakai jas hujan sejenak dan melanjutkan kembali perjalanan.

merbabu-9

Hujan semakin deras dan terjadilah badai, selama ini gue hanya mengira badai itu hanya terjadi di laut ternyata badai terjadi juga di gunung dan itu diluar ekspektasi, angin kencang disertai kabut serta udara dingin menerpa tubuh kami semua, karena cuaca semakin memburuk Dimas ketua team memutuskan untuk mengakhiri perjalanan dan membuat tenda di pos 2, perjuangan kami tidak berakhir disitu angin kencang dan hujan menyulitkan kami untuk membangun tenda, pasak tenda sulit untuk dipasang, kondisi tanah yang gembur dan angin kencang membuat tenda sulit berdiri, saya dan fadel ditugaskan membuat makanan/minuman untuk anak yang lainnya, selama anak-anak yang lain kesulitan memasang tenda, gue dan fadel kesulitan memasak, gue ga ngerti sama sekali cara masang gas tabung, menyalakan kompornya dan membesarkan api kompornya, sepertinya Dimas salah menyuruh orang, kompor sulit menyala karena angin sangat kencang membuat api selalu mati, setelah kami semua berjuang dengan jobdesk masing-masing, akhirnya gue dan fadel berhasil membuat teh dan team tenda berhasil mendirikan 3 tenda, sebenarnya kami bawa banyak tenda tapi karena badai, tenda kami basah dan hanya 2 tenda yang layak pakai. Jam 19.45 semua sudah mulai beres dan kami memutuskan untuk masuk tenda karena kondisi di luar masih hujan disertai angin, menurut saya malam itu cukup mencekam karena angin kencang terus berhembus sampai jam  3 pagi.merbabu-10keesokan harinya sekitar pukul 05.00 badai sudah berhenti dan kami berencana untuk mendaki tapi yang ikut mendaki hanya 6 orang dari jumlah kita yang 12 orang, sisanya stay di tenda,perjalanan gue kembali dimulai, kabut masih tebal dan kami kesulitan untuk melihat jalan, sekitar jam 06.00 kabut mulai menipis ternyata cobaan masih terus berlanjut trek yang semakin terjal dan angin yang kembali bertiup kencang membuat kami sulit untuk mendaki.

merbabu-11

Tidak dipungkiri angin semakin kencang dan kabut semakin tebal.

 Disaat kami melanjutkan perjalanan kami bertemu rombongan pendaki lainnya yang sedang turun, mereka mengaku sudah sampai di sabana 2 dan hampir sampai puncak dan mereka mutuskan untuk turun karena diatas cuacanya semakin memburuk.

Akhirnya kami memutuskan untuk turun untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi. 

Begitulah kisah perjalanan saya ke gunung merbabu, mungkin anda yang membaca ini berfikir, ih kasian banget jauh-jauh cuma hujan-hujanan, tapi menurut gue tidak, “puncak bukanlah tujuan utama melainkan bagaimana proses untuk kita meraihnya”

merbabu-12merbabu-13

Tips dan trik mendaki

  1. jangan mendaki saat musim hujan
  2. ajak teman yang berpengalaman dalam hal mendaki
  3. jangan menganggap remeh perlengkapan, bawa semua yang di list sebelum kalian berangkat
  4. latihan fisik sebelum mendaki

Rincian biaya mendaki gunung merbabu

  1. tiket Pasar Senen – Lempuyangan Rp. 74.000 – Rp. 265.000
  2. sewa motor sekitar stasiun lempuyangan Rp. 50.000 – Rp. 75.000 per hari
  3. sewa tenda Rp 40.000 per unit
  4. sewa matras Rp. 3.000 per buah
  5. sewa sleeping bag Rp. 9.000 per buah
  6. sewa nesting(panci) Rp. 15.000 per unit
  7. sewa kompor Rp. 30.000 per unit
  8. retribusi masuk merbabu Rp 17.500 per orang